Tentang Kami

TENTANG KAMI

Kami NAFAS RONGGOLAWE adalah perusahaan Supplier MUR dan BAUT yang sedang berkembang, berpusat di kota malang jawa timur. Dan sudah mempunyai beberapa cabang yang sudah tersebar dibeberapa kota besar di Indonesia, Kami sudah melayani ribuan pelanggan.
Nafas Ronggolawe memberikan solusi terbaik untuk semua kebutuhan yang berhubungan dengan MUR dan BAUT, Bahan bahan besi dan baja lainya dengan purna jual yang mengacu pada kebutuhan pelanggan.

Seiring perkembanganya Nafas Ronggolawe juga telah banyak melayani pengerjaan proyek sekala kecil ataupun sekala besar, baik rangka atap baja ringan dan baja berat,
Nafas ronggolawe juga mempunyai bengkel las yg sangat memadai dengan tenaga tenaga handal yang sudah ahli dan berpengalaman lebih dari sepuluh tahun.

Filosofi Nafas Ronggolawe

**NAFAS RONGGOLAWE**

NAFAS adalah batin (rasa) yang keluar masuk dalam raga. Nafas terdiri dari tujuh tataran kejiwaan, yaitu :

  1. jiwa al amarah.
  2. jiwa lawwa-mah.
  3. jiwa mulhamah.
  4. jiwa mutmainah.
  5. jiwa spiritual.
  6. jiwa lubbi-yyah (kosmik).
  7. jiwa rahsa (nirwana).
  • Jiwa al-amarah yang berfungsi mengoperasikan organ tubuh, tak sekedar membuat orang marah.
  • Jiwa lawwamah, yaitu jiwa yang letaknya lebih dalam lagi, lebih halus, yang ketika orang tidur akan menciptakan mimpi yang menembus ruang dan waktu.
  • Jiwa mulhamah yaitu batin manusia yang menyebabkan mereka dapat menerima petunjuk Tuhan.
  • Jiwa mutmainah, yaitu batin manusia yang tenang. Jika ini diaktifkan, manusia Jawa akan mampu melihat apa yang disebut clairvoyance, yaitu obyek atau peristiwa di luar fisik (metafisik). Namun, jiwa ini masih bersifat semu, misalkan kenikmatan seksual, misalkan suami impoten atau isteri figrid nyatanya tak diperoleh kenikmatan. Berarti masih lahiriah atau batin semu.
  • Jiwa spiritual, yaitu batin manusia yang mampu melakukan kontak dengan alam gaib. Dalam masyarakat Jawa, tradisi semacam ini dinamakan alam supena, alam mimpi yang mempengaruhi jiwa manusia mampu menerawang terhadap kejadian mendatang. Batin ini ke arah futuristik atau jangka (ramalan), orang Jawa menyebut ngerti sadurunge winarah. Artinya mengetahui yang bakal terjadi. Misalkan lagi, gerak pikiran (batin) merasa nikmat secara otomatis. Ketika kita harus menganggukkan kepala, menyembah, melambaikan tangan pada saat berhubungan dengan orang lain, adalah wacana batin spiritual.
  • Jiwa lubbiyyah (kosmik), telah meninggalkan alam pikiran, masuk ke alam intuisi. Kehidupan tak dapat selalu melalui kesadaran panca indera. Misalkan saja ketika orang berdzikir atau pun meditasi, mereka merasa hilang, yang ada hanyalah halusinasi dan ilusi. Dari sini orang akan menerima wisik.
  • Jiwa rahsa (nirwana), yaitu keadaan nafas yang melukiskan bahwa alam ini adalah alam langit, alam murni, penuh ketiadaan (sunyaruri).

Dengan tujuh NAFAS tersebut maka akan menemukan “ananeng, ananing, uninung, uninang”. Artinya, hidup untuk mencari kejernihan batin. Hidup untuk mencari dunung (tujuan). Tujuan hidup akan tercapai melalui sangkan paraning dumadi. (paham Islam Jawa)

RONGGOLAWE adalah salah satu pengikut Raden Wijaya yang berjasa besar dalam perjuangan mendirikan Kerajaan Majapahit, Nama besarnya dikenang sebagai pahlawan oleh masyarakat TUBAN, Jawa Timur sampai saat ini. Ranggalawe sebagai putra Arya Wiraraja bupati Sumenep. Nama Ranggalawe sendiri merupakan pemberian Raden Wijaya. LAWE merupakan sinonim dari Wenang, yang berarti “benang”, atau dapat juga bermakna “KEKUASA’AN”.